Aesthetic Doctors Singapore | SW1 Clinic
Aesthetic Doctors Singapore
dr low chai ling

Dr Low Chai Ling

  • MBBS (King’s College, London)
  • Diploma bidang Dermatologi Praktis (Cardiff University)
  • Anggota American Academy of Anti-aging Medicine
  • Anggota American Society for Laser Medicine & Surgery

SW1 Clinic didirikan oleh Dr Low Chai Ling, yang juga membidani The Sloane Clinic pada 2003. Dr Low keluar dari The Sloane Clinic pada 2017 untuk memenuhi visinya yang lebih besar, yakni menciptakan sebuah ruang kebugaran yang berdaya dan tidak terhalang batasan apa pun. Kemudian, SW1 akhirnya didirikan. Inspirasi Dr Low untuk nama klinik “SW1” diambil dari saat-saat ia menjadi pelajar yang menetap di Royal Borough of Kensington & Chelsea. SW1 Clinic adalah puncak dari perjalanan panjang Dr Low, melambangkan evolusi visi kecantikannya
selama lebih dari 14 tahun terakhir.

Nama tersebut juga merepresentasikan amalgamasi sinergis dari keunggulan yang berbeda-beda karena pusat kecantikan SW1 terbaru yang berluas 8000 kaki persegi merefleksikan salah satu pusat kecantikan, operasi plastik & spa medis terbesar di Singapura. Ditangani oleh para dokter kecantikan dan bedah plastik terkemuka, SW1 Clinic merupakan pionir terdepan dalam kedokteran estetis dan bedah kosmetik.

Perjalanan Dr Low Chai Ling bermula saat ia unggul dalam ujian PSLE di Singapura sebagai seorang wanita muda dan lulus dari Guy’s & St Thomas’s Hospital, King’s College London. Ia kemudian meraih gelar Diploma bidang Dermatologi dari Cardiff, Wales, dan visinya untuk mengubah perspektif kecantikan membawanya kepada orang-orang yang membimbingnya menuju keilmuan estetis di Beverly Hills, AS, saat keilmuan estetis masih baru dikenal pada akhir tahun ’90- an. Di usia mudanya, Dr Low dikenal sebagai seorang pelopor dan pembawa perubahan. Filosofi yang dianutnya: tidak diperlukan apa pun untuk bergabung dengan kerumunan, tapi Anda memerlukan segalanya untuk tetap bertahan; filosofi tersebut ia bawa saat mendirikan The Sloane Clinic, salah satu klinik kecantikan pertama di Singapura pada 2003 yang saat itu masih sedikit. Filosofinya terlihat dalam setiap aspek klinik yang ia ciptakan karena ia mengutamakan para pasiennya, dan tidak terhalang aturan dan batas. Konseptualisasinya dalam SW1 didasarkan pada ikon kecantikan yang cerdas; setiap rangkaian perawatan dibuat untuk menyerupai kepribadian dan kehidupan seorang ikon kecantikan. Sebagai hasilnya, Dr Low juga mendapatkan pengakuan sebagai ahli strategi jenama utama dan menjadi pembicara kunci dalam banyak konferensi mengenai pengembangan jenama.

Selain banyak dicari karena keahliannya dalam ilmu estetika mata dan kedokteran, Dr Low juga merupakan seorang pengarang buku Full Bloom: Look Fabulous During and After Pregnancy, yakni sebuah buku coffee-table book mengenai isu-isu kecantikan dan kebugaran untuk ibu hamil yang dapat ditemukan di seluruh toko buku besar di seluruh dunia. Ia juga merupakan pengarang rekanan untuk publikasi berjudul Textbook of Aging Skin. Dr Low juga merupakan seorang pengarah opini, pelatih ahli, juga pembicara utama dalam topik kedokteran estetis di banyak konferensi internasional. Di samping keterlibatannya dalam tugas mengajar dan berbicara di banyak konferensi internasional, Dr Low juga sangat ahli dalam memformulasi kosmetik dan telah menciptakan dua produk cosmeceutical, yakni SW1 dan SW1 dan chái, yang berdasar pada alter-egonya. Ia mengatakan bahwa ketika ia membuat produk perawatan kulit, ia tidak melihat pada fisik produknya, namun pada wanita yang menggunakan produk tersebut. SW1 Skin diciptakan untuk wanita yang tidak takut mendobrak batasan-batasan: seseorang yang kuat, bermartabat, dan suka tertawa tanpa takut akan hari esok. Sedangkan wanita chái di sisi lain: mereka yang berjiwa bebas, lahir untuk mengembara, menari dengan lagu yang berputar di dalam kepalanya, berbicara dengan ritme hatinya, dan mencintai sesuatu dengan segenap jiwa.

Dr Low terlibat aktif dalam beberapa acara sosial khususnya rehabilitasi dan edukasi anak-anak, wanita, dan penyandang cacat yang kurang beruntung. Ia percaya bahwa wanita dapat diberdayakan untuk membuat sebuah perubahan, tidak hanya dalam karir mereka atau keluarga mereka, namun juga dalam tatanan kemasyarakatan mereka. Ia percaya bahwa para wanita hari ini dapat menjadi penentu permainan; dengan mendapatkan kebebasan, kepercayaan diri, dan dukungan sosial untuk menujukan isu-isu sosial dan mengawal perubahan. Sebagai seorang penyokong suka rela yang tangguh, Dr Low juga menjadi otak di balik GLOW UP, sebuah gagasan untuk mendorong para remaja untuk mengambil langkah awal menuju kepercayaan diri yang lebih besar.

Karena diandalkan banyak orang, Dr Low sangat dicari oleh para selebritis Hong Kong, Malaysia, dan Indonesia. Hasilnya, ia membatasi dengan hanya menangani beberapa pasien baru saja selama setahun dan lebih banyak menangani para klien tetapnya. Dr Low percaya bahwa menginspirasi dan mengedukasi orang lain dapat mengintegrasikan kebugaran dan kecantikan dalam hidup mereka.

Dr Low secara reguler berjanji bahwa sebagian dari pendapatan pribadi dan kliniknya akan diperuntukkan sebagai bantuan sosial yang beragam, ia percaya bahwa tidaklah ada segmen dalam masyarakat kita yang harus merasakan kehidupan terlantar; sehingga dengan bantuan tersebut mereka dapat didorong hingga menjadi masyarakat yang sukses dan penuh kasih sayang hingga nanti.

Aesthetic Doctor in Singapore

Dr Kenneth Lee

  • MBBS(National University Of Singapore)
  • Pascasarjana bidang Dermatologi Praktis Keluarga (Singapura)
  • Anggota American Academy of Anti-aging Medicine
  • Anggota American Society for Laser Medicine & Surgery

Meninggalkan kota kelahirannya, Ipoh, pada usia 16 tahun menuju Singapura sebagai pelajar ASEAN, sejak itulah Dr Kenneth Lee tidak berpikiran untuk kembali lagi. Karena tidak asing dengan kerja keras dan kedisiplinan, Dr Kenneth Lee merasa sangat cocok dengan kehidupan di bidang kedokteran yang ditekuninya dengan semangat pantang menyerah berkutat dalam ilmu kedokteran dan sains, serta koneksi dengan banyak orang dari seluruh lapisan masyarakat. Ia fasih berbahasa Inggris, Melayu, Kanton dan Hokkian; bahasa Mandarinnya belum sempurna, meski demikian banyak lelucon yang ia sampaikan kepada para pasiennya membuatnya disukai banyak klien Tionghoa. Para pasien langganannya mengatakan bahwa rasa empati yang ia miliki membuatnya layak menjadi salah satu dokter terbaik.

Terlatih pertama kali dalam disiplin ilmu bedah saraf, Dr Kenneth Lee kemudian bergabung bersama istrinya, Dr Low, untuk mendirikan The Sloane Clinic pada 2003 ketika teknologi laser kecantikan mulai dikenal dunia. Kecakapan bedah yang ia miliki adalah alasan mengapa para pasiennya baik yang dekat maupun jauh terus mencarinya. Cintanya pada sains dan teknologi, serta kecakapannya dalam bidang robotik membuatnya menjadi salah satu orang pertama di Singapura yang menjalankan dan melatih dokter lainnya dalam menggunakan laser Fraxel, Thermage, PPx, dan inovasi kecantikan penting lainnya saat itu. Bahkan sebelum laser fraksional diperkenalkan ke pasar Singapura, Dr Lee diketahui sudah pergi ke AS untuk belajar dan menjajal teknologi laser terkini untuk membantu membuka jalan bagi pengenalan teknologi tersebut ke pasar lokal pada awal tahun 2000-an.

Dr Lee memiliki minat khusus dalam bidang laser ablatif dan filler. Dr Lee dikenal luas dengan kemampuannya yang sempurna dalam melakukan prosedur angkat benang wajah yang mana ia tidak hanya pernah menjalani ribuan prosedur, namun juga melatih banyak dokter. Ia menginovasikan prosedur angkat benangnya dengan nama ‘K-Lift’, yang tidak hanya menyingkirkan waktu henti dan ketidaknyamanan, namun juga memberikan hasil yang lebih baik dari angkat benang tradisional. Ini adalah komitmen inovasinya yang membuat Dr Lee menjadi orang yang dicari sebagai ahli dan pelatih bidang filler, angkat benang, dan laser.

Dr Kenneth Lee pernah menjadi seorang pemain polo air dan perenang, dan pernah menjadi wakil kampusnya dan negara bagian tempat ia berasal, Perak, di masa mudanya dulu. Ia mengakui bahwa ia adalah seseorang berhati pemuda ‘kampung’, namun lebih memilih alam dan kesendirian di tengah riuhnya kota.

Ia membagi waktunya bersama para pasiennya di klinik serta melatih para dokter di seluruh wilayah. Ia percaya bahwa kebugaran dan kecantikan saling berhubungan dan berusaha untuk mencapai keseimbangan bagi pasiennya. Para pasien mengenalnya sebagai seorang penyembuh, konselor, dan orang kepercayaan. Ia dikenal luas karena pendekatannya yang teliti dan peduli terhadap pasien, dan ingin dilihat sebagai seorang pengasuh yang rendah hati dan kawan yang baik untuk semua pasiennya.

Aesthetic Doctors in Singapore

DR CHUA HAN BOON

  • MBBS(National University Of Singapore)
  • Diploma bidang Dermatologi Praktis (Cardiff University)
  • Pascasarjana bidang Kedokteran Keluarga (Singapura)

Dr Chua meraih gelar kedokteran dan magister dalam ilmu Kedokteran Keluarga dari National University of Singapore dan meraih gelar magister dalam bidang Dermatologi dari Cardiff University, Inggris. Ia menghabiskan beberapa tahun berpraktik dalam perawatan kesehatan di Alexandra Hospital, menangani kebugaran dan manajemen berat badan secara eksklusif, dan terlibat dalam banyak prakarsa.

Dr Chua percaya dengan perkataan “look good, feel good” (tampil baik, berperasaan baik). Ia terlatih dalam penggunaan prosedur non-invasif yang tidak hanya merawat kondisi kulit kosmetik, tapi juga meningkatkan penampilan seseorang dengan menambah kecantikan dan mengembalikan keremajaannya. Ia memiliki sertifikat kompetensi dalam laser kosmetik, injeksi antikerut, dan prosedur filler yang diakui oleh Singapore Medical Council’s Aesthetic Practice Oversight Committee.

Dr Chua mendedikasikan waktu luangnya untuk kerja sosial bersama akar rumput dan saat ini ia juga menjabat sebagai penasihat medis untuk Cai Clan Association. Sebagai seseorang yang keranjingan latihan secara reguler di pusat gim, bersepakbola dan berselam scuba, Dr Chua berusaha untuk memelihara kesehatan fisiknya tetap di puncak–sebuah kondisi yang ia percaya semua orang, dari usia apa pun, bisa mendapatkannya.

Singapore Aesthetic Doctor

Dr Tan Ying Chien

  • MBBS(National University Of Singapore)
  • Master bidang Kedokteran (Bedah)
  • Anggota Royal College of Surgeons Edinburgh
  • Rekanan Academy of Medicine, Singapura (Bedah Plastik)

Dilahirkan sebagai anak dari ahli bedah kardiotorasik, Dr Tan selalu didorong ayahnya untuk menjadi seorang ahli bedah. Dr Tan meraih gelar pascasarjana dari National University of Singapore (NUS) pada 1996. Ia kemudian menjadi anggota Royal College of Surgeons of Edinburgh, kemudian meraih Master bidang Kedokteran Bedah dari NUS.

Dr Tan kemudian memulai program Pelatihan Spesialis Bedah Plastik di Singapore General Hospital (SGH). Di akhir masa pelatihan di departemen tersebut, ia mendapatkan beasiswa Health Manpower Development Plan (HMDP) untuk berlatih di Chang Gung Memorial Hospital di Taipei, Taiwan. Selama berlatih di sana, Dr Tan mengasah kemampuannya dalam bedah bibir sumbing, rahang, dan kecantikan. Ia juga menajamkan minatnya dalam rekonstruksi telinga untuk cacat telinga bawaan, yang lebih cenderung nampak artistik daripada bedah murni.

Sebagai keturunan Taiwan dan Jepang, akar Jepang Dr Tan juga membawanya pada asuhan Dr Satoru Nagata di Nagata Microtia and Reconstructive Plastic Surgery Hospital, Jepang, di mana Dr Tan menyempurnakan tekniknya dalam bedah rekonstruksi telinga. Sekembalinya dari Singapura, Dr Tan bergabung dengan Departemen Bedah Plastik, Rekonstruksi, dan Kecantikan di KK Women’s and Children’s Hospital dan mulai membangun keahliannya dalam bidang bedah kecantikan dan plastik rekonstruktif.

Hari ini, Dr Tan menjabat sebagai Konsultan Bedah Plastik di SW1 Clinic Plastic Surgery Centre. Ia juga masih menjadi Konsultan Tamu di Departemen Bedah Plastik baik di KK atau SGH, memberikan bedah rekonstruktif telinga suka rela untuk pasien yang membutuhkan. Kemudian ia melanjutkan peran sebagai satu dari dua ahli bedah di Singapura yang memberikan perawatan bedah rekonstruksi telinga.

Dr Tan adalah bagian dari Operation Smile, sebuah organisasi derma yang membuat misi medis ke negara dunia ketiga untuk membantu anak-anak yang mengalami bibir sumbing dan cacat langit-langit mulut. Sifat Dr Tan yang teliti dan kecintaannya serta rasa hormatnya terhadap segala hal yang berhubungan dengan ilmu estetislah yang membawanya ke ranah bidang Bedah Plastik. Hobinya mencerminkan sifat yang ia miliki: ia suka merakit model plastik di waktu luangnya,yang mendasari pembuatan museum mainannya yang berisikan lebih dari 300 model mobil rakitan tangan (Diecast), robot-robot Jepang (Gundam), dan koleksi Star Wars.

Aesthetic Doctors

Dr Michelle Lim

  • MBBS (University of Queensland, Australia)

Dr Michelle Lim meraih gelar kedokterannya dari University of Queensland, Australia pada 2009. Ia menyelesaikan magang dalam bidang Optalmologi di Royal Victorian Eye and Ear Hospital di Melbourne, di mana ia juga mengambil beasiswa riset klinis pascasarjana dalam bidang vaskular retina. Dr Lim meraih beasiswa prestisius National Health and Medical Research Council (NHMRC) dari Pemerintah Australia.

Dr Lim berlatih secara intensif sebagai ahli bedah mata di Singapore National Eye Centre dengan minat khusus dalam bidang bedah mikro dan prosedur optalmis umum termasuk katarak, bias, glaukoma, kornea, retina, optalmologi saraf dan okuloplastik.

Dengan latar belakang khusus di bidang Optalmologi, Dr Lim memiliki detail dan kemahiran bedah utama melalui ketekunannya dalam bidang kecantikan untuk prosedur kosmetik yang ia lakukan. Ia secara terkhusus mampu menangani prosedur kecantikan di sekitar mata, mulai dari laser peremajaan hingga injeksi antikerut pada filler peri-orbital. Keahliannya dalam ilmu estetis juga meluas ke bagian-bagian lainnya pada wajah dan tubuh karena ia memiliki detail dan apresiasi seni estetika wajah.

Di luar pekerjaannya, ia suka melakukan olahraga kardiovaskular–berjalan santai. Ia juga merupakan seorang pecinta kuliner, hobi membuat kue, dan suka memasak untuk keluarga dan para teman dekatnya. Ia juga merupakan seorang ibu dua anak dan menghabiskan waktu bersama keluarganya kapan pun ia bisa.

Singapore Aesthetic Doctor

Dr Chia Hui Ling

  • MBBS (Barts and the Royal London, University of London)
  • Master bidang Kedokteran (Bedah)
  • Anggota Royal College of Surgeons of England
  • Rekanan Academy of Medicine, Singapura (Bedah Plastik)

Sebagai ahli bedah plastik wanita, Dr Chia sensitif dengan kekhawatiran dan emosi yang dihadapi oleh para pasien bedah plastik. Ketulusan dan kasih sayangnya yang alami, serta pendekatannya yang cermat pada bedah, menghasilkan banyak pasien yang loyal kepadanya.

Unggul di sekolah kedokterannya di London dengan daftar panjang kehormatan dan penghargaan, Dr Chia selalu mengusahakan hal yang terbaik pada apa pun yang ia lakukan. Ia mengumpulkan lebih banyak penghargaan sepanjang karir bedahnya di Inggris dan Singapura, dalam spesialisasi transfer lemak, perawatan bekas luka dan cetak telinga. Penghargaannya sebagai Best Medical Officer, Best Registrar dan “Service from the Heart”, merefleksikan keahlian klinis dan dedikasi Dr Chia kepada para pasiennya. Dr Chia juga telah menerbitkan banyak jurnal dan bab buku, serta tampil secara profesional dalam majalah dan surat kabar atas raihannya di bidang bedah plastik.

Tumbuh dalam keluarga ahli perhiasan, Dr Chia telah mengasah keterampilan yang tepat dan memiliki minat dengan ilmu kecantikan sejak muda, yang merupakan dua hal penting dalam diri seorang ahli bedah plastik. Setelah menyelesaikan Pelatihan Bedah Dasar di London dan Cambridge (Inggris), ia kembali ke Singapura untuk Pelatihan Spesialisasi Lanjutan, di mana ia mencapai Akreditasi Spesialis dalam Bedah Plastik. Selama masa jabatannya sebagai Konsultan Bedah Plastik di KK Hospital, ia juga menerima penghargaan Singapore Health Services 10-Year Long Service Award. Pelatihannya di luar negeri termasuk penghargaan beasiswa bergengsi di Seoul, Korea (JW Lee Centre for Global Medicine Fellowship Award dalam Bedah Plastik) dan di Inggris (AO Craniomaxillofacial Fellowship Award).

Sebagai seorang ahli bedah plastik bersama Smile Asia, ia bergabung dengan aliansi global amal tersebut untuk mengobati cacat wajah melalui misi bedah dan pendidikan. Dr Chia juga turut mendirikan Breast Reconstruction Awareness Singapore (BRAS), sebuah komunitas nirlaba yang didirikan dari hasratnya untuk mendukung para penderita kanker payudara dalam mempersiapkan prosedur rekonstruksi mereka dan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai rekonstruksi payudara.

Menikah dengan seorang pekebun yang tekun yang juga merupakan seorang ahli bedah plastik, mereka memiliki 2 anak, yang ikut bergabung dengan kelakar mereka mengenai dunia botani dan bedah setiap hari. Dr Chia suka melakukan yoga, ilustrasi botani dan memasak.

(English) Book Now